Advan, sebuah nama yang mungkin sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia, baru-baru ini kembali mencuri perhatian publik dengan gebrakan terbarunya di pasar smartphone. Setelah beberapa waktu tidak terlalu terlihat, merek lokal ini meluncurkan sebuah perangkat yang dirancang khusus untuk segmen pengguna yang sangat spesifik: para gamer dengan anggaran terbatas. Ponsel ini, yang diberi nama Advan X1, resmi dirilis pada Juni 2025 dengan banderol harga perkenalan yang sangat menarik, sekitar Rp1,6 jutaan. Dengan mengusung tagline “Game To Play,” Advan X1 memosisikan diri sebagai solusi performa tinggi yang ramah di kantong.
Spesifikasi Teknis Advan X1
Advan X1 hadir dengan serangkaian spesifikasi yang, di atas kertas, tampak mengesankan untuk kelas harganya. Berikut adalah ringkasan spesifikasi kunci yang dikumpulkan dari berbagai sumber tepercaya:
Spesifikasi | Advan X1 |
Layar | 6.78 inci, IPS FHD+ (), Refresh Rate 120Hz |
Chipset | MediaTek Helio G100, Fabrikasi 6nm, CPU Octa-core 2.2GHz, GPU Mali-G57 MC2 |
Memori | RAM 8GB LPDDR4X + Virtual RAM 8GB, Penyimpanan 128GB UFS 2.2 |
Kamera Belakang | 64MP (Sony IMX782) + VGA + VGA |
Kamera Depan | 8MP |
Baterai | 5000 mAh, Fast Charging 18W |
Sistem Operasi | Android 14 |
Konektivitas & Sensor | Gyro Hardware, NFC, Fingerprint, Bluetooth v5.2, Dual SIM 4G LTE |
Dari sini, dapat dilihat bahwa Advan X1 berani menanamkan beberapa fitur yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat dengan harga lebih tinggi.
Kelebihan Advan X1
Kelebihan Advan X1 tidak terletak pada kelengkapan fitur yang serba ada, melainkan pada fokusnya yang tajam untuk memberikan performa yang optimal di segmen harga Rp1 jutaan. Strategi ini menciptakan sebuah perangkat yang, meskipun memiliki beberapa keterbatasan, menawarkan nilai yang luar biasa bagi target pasarnya.
Performa Gaming yang Mengesankan dengan Helio G100
Jantung dari Advan X1 adalah chipset MediaTek Helio G100. Analisis terhadap spesifikasi chipset ini menunjukkan sebuah keputusan strategis yang berani. Dibangun dengan fabrikasi 6nm, Helio G100 secara arsitektural lebih efisien dan modern dibandingkan dengan chipset sekelas yang lazim digunakan kompetitor. Misalnya, Helio G91 yang digunakan pada Redmi 13x masih menggunakan fabrikasi 12nm, yang secara intrinsik kurang efisien.
Lebih dari sekadar angka, arsitektur CPU Helio G100 yang terdiri dari dua inti Cortex-A76 dengan clock speed 2.2GHz menawarkan performa yang lebih unggul, terutama untuk tugas-tugas berat seperti bermain game. Inti Cortex-A76, yang dirancang untuk performa, memberikan daya dorong yang signifikan dibandingkan inti Cortex-A75 yang lebih lama, sehingga memastikan pengalaman bermain game yang lebih lancar dan stabil. Keputusan Advan untuk menyematkan chipset ini menunjukkan pemahaman mendalam bahwa bagi audiens gamer, performa adalah prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan. Ini adalah sebuah “kompromi terbalik” di mana fitur lain sengaja dikorbankan demi performa inti yang kuat.
Pengalaman Visual Super Halus dengan Layar 120Hz
Salah satu fitur paling mencolok dari Advan X1 adalah layar IPS FHD+ dengan refresh rate 120Hz. Di segmen harga yang didominasi oleh perangkat dengan refresh rate 60Hz atau 90Hz, 120Hz adalah keunggulan yang signifikan. Perbedaan dari 90Hz ke 120Hz, seperti yang ada pada Redmi 13x, secara langsung dapat dirasakan dalam bentuk animasi yang lebih halus, scrolling yang lebih responsif, dan, yang terpenting, pengalaman bermain game yang lebih optimal. Dalam genre game yang membutuhkan respons cepat seperti First-Person Shooter (FPS) atau Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), refresh rate yang tinggi dapat memberikan keunggulan kompetitif. Fitur ini secara eksplisit memenuhi janji Advan sebagai “ponsel gaming” dengan memprioritaskan pengalaman visual yang mulus.
Akurasi Mutlak dengan Sensor Gyro Hardware
Bagi gamer yang serius, sensor gyro adalah fitur yang tidak bisa ditawar. Advan X1 menonjol dengan menyematkan sensor gyro berbasis hardware.12 Sensor fisik ini memiliki akurasi dan presisi yang jauh lebih tinggi dalam mendeteksi rotasi dan orientasi, sebuah keunggulan vital untuk kontrol miring (tilt control) dalam game populer seperti PUBG Mobile. Ponsel di kelas yang sama sering kali mengandalkan gyro virtual yang menggunakan data akselerometer dan memiliki presisi yang jauh lebih rendah, menyebabkan lag dan kurang akurat dalam pergerakan. Keputusan untuk menyematkan gyro hardware menunjukkan bahwa Advan tidak hanya menargetkan gamer secara umum, tetapi benar-benar memahami kebutuhan teknis spesifik dari komunitas tersebut.
Kapasitas Memori dan Fitur Pelengkap yang Mumpuni
Advan X1 juga unggul dalam hal memori dan fitur pendukung. Ponsel ini dilengkapi dengan RAM 8GB yang dapat diperluas dengan tambahan Virtual RAM hingga 8GB, memungkinkan total 16GB RAM. Ini memastikan ponsel dapat menjalankan lebih banyak aplikasi secara bersamaan tanpa mengalami penurunan performa yang berarti. Selain itu, penyimpanan internal 128GB menggunakan standar UFS 2.2 , yang menawarkan kecepatan baca dan tulis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan standar eMMC 5.1 yang masih banyak digunakan di segmen ini. Kecepatan ini berdampak langsung pada waktu loading aplikasi dan game yang lebih singkat. Fitur lain yang menambah nilai adalah kehadiran NFC, yang sangat berguna untuk kebutuhan transaksi digital sehari-hari.12 Terakhir, kelengkapan paket penjualan yang mencakup softcase, charger 18W, dan kabel data langsung dari kotak 13 menambah nilai ekonomis yang signifikan bagi calon pembeli.
Kekurangan Advan X1
Di balik kekuatan yang berfokus pada performa, Advan X1 juga memiliki beberapa kekurangan yang merupakan konsekuensi logis dari strategi penetapan harga agresifnya. Calon pembeli perlu memahami kompromi-kompromi ini sebelum membuat keputusan.
Sektor Kamera yang Terbatas dan Kurang Fungsional
Salah satu area di mana Advan X1 menunjukkan kelemahannya adalah pada konfigurasi kamera. Meskipun kamera utama menggunakan sensor Sony IMX782 64MP yang menjanjikan kualitas foto yang memadai, kehadiran dua lensa tambahan yang beresolusi VGA praktis tidak memberikan nilai tambah fungsional. Hal ini berbeda dengan kompetitor yang seringkali menyertakan lensa ultrawide atau makro yang lebih berguna.
Absennya lensa ultrawide adalah kerugian yang signifikan bagi pengguna yang gemar memotret pemandangan atau foto grup yang lebar. Sebaliknya, kamera depan 8MP, meskipun cukup untuk kebutuhan swafoto standar, mungkin terasa kurang memadai bagi pengguna yang aktif di media sosial dan membutuhkan detail tinggi untuk konten mereka. Kekurangan ini adalah trade-off yang jelas: performa gaming diprioritaskan di atas fleksibilitas fotografi.
Kualitas Audio Mono yang Kurang Imersif
Untuk perangkat yang dipasarkan sebagai “ponsel gaming,” penggunaan speaker tunggal (mono) adalah sebuah ironi. Pengalaman audio yang imersif adalah elemen krusial dari bermain game atau menonton film. Speaker mono mengurangi dimensi suara, membuat efek suara menjadi kurang hidup dan tidak sebanding dengan pengalaman audio yang ditawarkan oleh ponsel dengan speaker stereo. Meskipun Advan X1 memiliki audio jack 3,5mm sebagai solusi, ini tetap menjadi kekurangan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman audio tanpa earphone yang maksimal.
Ketiadaan Konektivitas 5G
Pada tahun 2025, teknologi 5G mulai menjadi standar di banyak pasar, bahkan di segmen entry-level. Sayangnya, Advan X1 masih terbatas pada koneksi 4G LTE. Meskipun cakupan jaringan 5G mungkin belum merata di seluruh Indonesia, ketiadaan fitur ini membuat Advan X1 kurang siap untuk masa depan. Bagi pengguna yang tinggal di area dengan sinyal 5G yang kuat atau yang menginginkan kecepatan internet superior di masa depan, keterbatasan ini bisa menjadi faktor penghambat.
Jaringan Layanan Purna Jual dan Dukungan Perangkat Lunak
Isu dukungan jangka panjang adalah kekhawatiran yang paling penting. Advan X1 tidak secara eksplisit dijanjikan akan mendapatkan jaminan pembaruan sistem operasi (OS). Pembaruan OS sangat penting untuk memperbaiki celah keamanan, mengoptimalkan performa, dan memperkenalkan fitur-fitur baru. Ketiadaan jaminan ini membuat pengguna berpotensi “terjebak” dengan versi Android saat ini. Selain itu, jaringan pusat layanan (service center) Advan tidak seluas dan semapan kompetitor global seperti Xiaomi, yang memiliki pangsa pasar jauh lebih besar dan jaringan layanan purna jual yang lebih berpengalaman di seluruh Indonesia.14 Ini adalah risiko tersembunyi dari membeli perangkat yang murah; kemudahan dan kecepatan layanan purna jual mungkin tidak sebanding dengan merek-merek besar.
Perbandingan Kunci: Advan X1 vs. Redmi 13x
Untuk memahami posisi Advan X1 di pasar, sangat penting untuk membandingkannya dengan salah satu kompetitor terdekatnya, Redmi 13x. Perbandingan ini menyoroti perbedaan filosofi desain dan strategi pasar dari masing-masing merek.
Kategori | Advan X1 | Redmi 13x |
Chipset | MediaTek Helio G100 (Fabrikasi 6nm) | MediaTek Helio G91 (Fabrikasi 12nm) |
Layar | IPS 120Hz, Tanpa Proteksi Khusus | IPS 90Hz, Proteksi Gorilla Glass |
Gyro Sensor | Gyro Hardware | Gyro Virtual |
Kamera Utama | 64MP (Sony IMX782) | 108MP |
RAM & Penyimpanan | 8/128GB (UFS 2.2) | 8/128GB & 8/256GB (UFS 2.2) |
Jaminan Update OS | Tidak Dijanjikan | Dijanjikan 2x Update OS |
Jaringan Servis | Terbatas di Kota Besar | Lebih Luas dan Berpengalaman |
Dari tabel perbandingan ini, terlihat dengan jelas bahwa Advan X1 adalah sebuah perangkat yang dibangun dengan fokus pada performa murni. Di tiga aspek utama yang krusial untuk pengalaman gaming—chipset, refresh rate, dan sensor gyro—Advan X1 mengungguli lawannya. Keputusan Advan untuk menggunakan Helio G100, layar 120Hz, dan gyro hardware menunjukkan sebuah strategi yang jelas: mereka menciptakan “mesin” gaming yang paling bertenaga di kelasnya.
Di sisi lain, Redmi 13x, yang merupakan rebranding dari Redmi 13, membalas dengan keunggulan di sektor kelengkapan fitur dan ekosistem. Redmi menawarkan kamera utama dengan resolusi yang jauh lebih tinggi, layar dengan proteksi Corning Gorilla Glass, varian penyimpanan yang lebih luas, dan yang terpenting, jaminan pembaruan OS dan jaringan layanan purna jual yang lebih mapan. Ini menunjukkan filosofi Redmi yang menjual “ketenangan pikiran” dan fitur serba guna, sebuah paket yang mungkin lebih menarik bagi pengguna yang tidak hanya berfokus pada gaming.
Kesimpulan
Advan X1 adalah sebuah pernyataan berani dari merek lokal yang ingin kembali ke puncak pasar. Ponsel ini bukan perangkat yang sempurna, melainkan sebuah contoh brilian dari strategi trade-off yang cerdas dan terfokus. Advan berhasil mengemas performa gaming yang luar biasa pada titik harga yang fenomenal, menjadikannya pilihan yang sangat menarik bagi target pasarnya.
Berdasarkan analisis yang mendalam, Advan X1 adalah pilihan ideal bagi pengguna yang dapat digambarkan sebagai gamer pragmatis. Mereka adalah individu yang memprioritaskan performa gaming di atas segalanya: mereka tidak terlalu peduli dengan kualitas foto tingkat profesional, lebih memilih menggunakan headphone saat bermain game, dan memahami serta menerima potensi risiko terkait dukungan perangkat lunak dan layanan purna jual.
Bagi mereka yang mencari ponsel serba guna dengan fitur kamera lengkap, kualitas audio yang imersif, konektivitas masa depan, dan jaminan dukungan jangka panjang, Advan X1 mungkin bukanlah pilihan terbaik. Kompetitor seperti Redmi 13x mungkin menawarkan paket yang lebih seimbang. Namun, bagi para gamer yang mencari “mesin” gaming dengan harga paling efisien, Advan X1 adalah bukti bahwa merek lokal mampu bersaing dengan raksasa global dengan strategi yang cerdas dan fokus pada segmen yang spesifik.
Last Updated on 23 Agustus 2025 by Staf Republik Pria